TG KULIAH



REQUIREMENTS MANAGEMENT PLAN PADA EXTREME PROGRAMMING


 
                                                      ABSTRAK
Metodologi pengembangan perangkat lunak yang berkembang saat ini telah beralih ke metodologi yang lebih sederhana. Metodologi yang dikenal sebagai agile methods ini mengutamakan fleksibilitas terhadap perubahan-perubahan yang terjadi selama pengembangan. Bahkan perubahan ataupun penambahan pada saat fase terakhir pun teratasi apabila menggunakan metodologi ini. Salah satu yang paling popuper yaitu eXtreme Programming. Metodologi ini memiliki keunikan yang sebenarnya juga bisa menjadi kelemahannya, yaitu tanpa dokumentasi formal. . Makalah ini akan mencoba memasukkan dokumentasi sederhana pada extreme programming sebagai requirements management. Selanjutnya menjelaskan tentang peran peran unit dalam requirement management plan serta proses proses yang terjadi

Kata kunci : eXtreme Programming, requirements managemen plan.

BAB 1
PENDAHULUAN




1.1  Latar belakang
Management requirement planing tidak lain merupakan konsep manajemen produksi yang berbicara mengenai cara tepat perencanaan kebutuhan barang dalam berproduksi. Management requirement planing dalam keberadaannya memanfaatkan kemampuan komputer untuk menyimpan dan mengolah data yang berguna dalam operasionalisasi aktifitas perusahaan. Management requirement planing mampu mengkoordinasikan berbagai fungsi dalam perusahaan manufaktur seperti teknik, produksi, dan pengadaan. Dari karenanya, Management requirement planing menarik tidak hanya menunjang decision making tetapi juga total perannya mendukung aktifitas perusahaan.
Pada dasarnya Management requirement planing terdiri dari jadwal induk produksi, dan catatan persediaan. Berdasarkan informasi dari jadwal induk produksi diketahui permintaan suatu produk akhir. Lantas, dengan mengetahui komponen yang membentuk Produk akhir, status persediaan, waktu tenggang untuk memesan bahan maupun merakit komponen disusun suatu perencanaan kebutuhan dari komponen yang diperlukan. Output Management requirement planing tidak lain berbentuk jadwal pesanan pembelian komponen kepada supplier atau bagian produksi dalam pengerjaan perakitan komponen tertentu. Product explosion demikian terjadi karena demand produk akhir di pecah ke dalam demand dari berbagai komponen produk tersbut.

1.2  Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian meliputi pengenalan terhadap metode baru yaitu Extreme Programming serta pengenalan terhadap requirement management plan dan peran orang orang yang terlibat dalam proses requirement management plan tersebut.

1.3  tujuan dan manfaat
1.3.1  tujuan
tujuan dari requirement management
p  Menetapkan dan menjaga kesepakatan dengan customer dan stakeholder lain tentang apa yang harus dilakukan oleh system
p  Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pengembang system tentang kebutuhan system
p  Menetapkan batasan system
p  Untuk menyediakan dasar perencanaan teknis
p  Untuk menyediakan dasar perkiraan biaya dan waktu pengembangan system
p  Untuk mendefinisikan user interface system



1.3.2  Manfaat
·         Manfaat dari requirement management plan antara lain
·         Dengan requirement management plan dapat lebih merencanakan sasaran management yang akan dilakukan
·         Dengan requirement management plan dapat lebih mudah menganalisa permasalahan yang terjadi
·         Dapat lebih memahami kebutuhan dari user
·         Dapat membangun system yang tepat


  

BAB 2
LANDASAN TEORI



Kontoya (2000) menjelaskan bahwa model dari aktifitas proses rekayasa requirement secara garis besar antara lain:
1.      Requirement Elicitation
Requirement dari sistem ditemukan, digali dengan cara melakukan konsultasi dengan stakeholder dari dokumentasi sistem pengetahuan di bidangnya (domain knowledge) dari studi pasar. Nama lain dari proses ini adalah pencarian/pengembilan requirement ( requirement acquisition) ataupun penemuan/pencarian requirement (requirement discovery)
2.      Analisa requirement dan negosiasi
Requirement dianalisa dengan detail dan dari berbagai stakeholder ditemukan negosiasi untuk memutuskan requirement mana yang dapat diterima. Proses ini diperlukan karena tidak dapat dihindari adanya konflik antara requirement dari berbagai sumber yang berbeda. Informasi yang tidak lengkap ataupun pengungkapan requirementnya tidak sesuai dengan angaran atau biaya yang tersedia (untuk pengembangan sistem).kadang kala diperlukan fleksibilitas pada requirement dan negosiasi untuk menentukan dan memutuskan kumpulan requirement yang disepakati (pada sistem)
3.      Requirement dokumentasi
Requirement yang telah disepakati didokumentasikan dengan tingkat kedetailan yang wajar dan layak. Secara umum diperlukan dokumen requirement yang dapat dimengerti oleh semua stakeholder ini berarti juga bahwa requirement harus didokumentasikan dengan bahasa yang baik, mudah dimengerti dan dengan bantuan diagram diagram
4.      requirement validation
perlu dilakukan pengecekan yang cukup baik untuk konsistensi dan kelengkapan requirement. Proses ini diajukan untuk menemukan, mengidentifikasi masalah pada dokumentasi requirement sebelum digunakan sebagai dasar bagi pengembangan sistem.

Isye (2002), mendefinisikan pengertian requirement managament sebagai pendekatan systematic untuk mendapatkan, mengorganisasi, mendokumentasikan dan mengatur perubahan requirement aplikasi software selain itu Requirement management juga memastikan Software developer akan memecahkan permasalahan yang tepat dan membangun system yang tepat pula








BAB 3
PEMBAHASAN


3.1 Pengertian Requirement management
Requirement management merupakan pendekatan systematic untuk mendapatkan, mengorganisasi, mendokumentasikan dan mengatur perubahan requirement aplikasi software.
Requirement management untuk memastikan Software developer akan memecahkan permasalahan yang tepat dan membangun system yang tepat pula.
Proses requirements engineering bukanlah merupakan hal yang mudah. Seorang
system analyst, project manager, atau siapapun yang memegang peran project champion harus mengumpulkan berbagai requirement dari para stakeholder, menganalisarequirement tersebut, mengkomunikasikasikannya dengan para programmer, serta menyelesaikan konflik yang terjadi antar berbagai requirement yang ada.
Seringkali project champion ini harus bekerja di luar kantor untuk bertemu dengan para stakeholder. Hal ini terutama terjadi pada kasus proyek software development di
mana organisasi pengembang berbeda dengan organisasi yang pada akhirnya akan
menggunakan perangkat lunak tersebut.

3.2 EXTREME PROGRAMMING
Extreme Programming (XP) adalah metode pengembangan perangkat lunak yang ringan dan termasuk salah satu agile methods yang dipelopori oleh Kent Beck, Ron Jeffries, dan Ward Cunningham. XP merupakan agile methods yang paling banyak digunakan dan menjadi sebuah pendekatan yang sangat terkenal. Sasaran XP adalah tim yang dibentuk berukuran antara kecil sampai medium saja, tidak perlu menggunakan sebuah tim yang besar. Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi requirements yang tidak jelas maupun terjadinya perubahan-perubahan requirements yang sangat cepat.
XP sebagai sebuah metode yang dinamis diperlihatkan dalam empat values yang dimilikinya dan keempatnya merupakan dasar-dasar yang diperlukan dalam XP. Kent Beck menyatakan bahwa tujuan jangka pendek individu sering berbenturan dengan tujuan sosial jangka panjang. Karena itu dibuatlah values yang menjadi aturan, hukuman, dan juga penghargaan. Keempat values tersebut adalah :
1.            Komunikasi (Communication)
2.            Kesederhanaan (Simplicity)
3.            Umpan Balik (Feedback)
4.            Keberanian (Courage)






Sebagai sebuah metodologi untuk mengembangkan peragkat lunak XP tentu memiliki siklus hidup. Siklus hidup pada XP ini terdapat lima fase yaitu :
1.  Exploration Phase
2.  Planning Phase
3.  Iteration to Release Phase
4.  Productionizing Phase
5.  Maintenance Phase
6.  Death Phase

3.3  Persyaratan Manajemen Organisasi dan Tanggung Jawab
Yang paling bertanggung jawab atas Kebutuhan Manajemen dalam Electronic Records Archives terletak pada Program Direktur (PD). Program direktur mewakili tanggung jawab untuk persyaratan persyaratan management ke lapangan. Peran utama dalam management requirement adalah :
  • Requirements Officer,
  • Configuration Management (CM) Specialist,
  • Development Contractor,
  • Engineering Review Board (ERB),
  • Configuration Control Board (CCB),
  • Users/Subject Matter Experts (SMEs),
  • Quality Management (QM) Team,
  • Team leader
  • Risk Officer (RO).
  • Configuration manager
  • Requirements specifier



3.3.1 Requirements Officer
Persyaratan Officer yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan Persyaratan Manajemen dilakukan seperti yang dijelaskan dalam rencana ini. Persyaratan Officer yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pelaksanaan rencana ini. Persyaratan Officer juga bertanggung jawab untuk semua persyaratan yang terkait dengan masalah, rekomendasi, dan jaminan bahwa persyaratan tersebut terpenuhi. Persyaratan Officer bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua menerima persyaratan waktu respon. Persyaratan Officer yang dipilih untuk Electronic Records Archives memiliki pengalaman dan keahlian yang diperlukan untuk menjalankan tugas sebagai Persyaratan Manajemen yang dijelaskan dalam rencana ini.






3.3.2 Configuration Management (CM) Specialist
Spesialis Configuration Management yang bertanggung jawab untuk menjaga semua yang dikontrol sesuai dengan prosedur di Electronic Records Archives Konfigurasi Rencana Pengelolaan (CMP).


3.3.3        Development Contractor
Development Contractor merupakan Seseorang yang bertanggung jawab untuk mengembangkan fungsionalitas yang dibutuhkan sesuai dengan standard  prosedur proyek. Termasuk didalmnya aktifitas utnuk melakukan pengumpulan kebutuhan, analisa dan perancangan, implementasi dan pengujian.. Berdasarkan persyaratan yang disampaikan kepada pengembangan oleh kontraktor Electronic Records Archives Program Management Office, perkembangan lebih lanjut akan memperbaiki persyaratan untuk menentukan fungsional, data, dan sistem persyaratan. Pengembangan kontraktor akan memberikan akhir persyaratan dalam bentuk Sistem Persyaratan Spesifikasi untuk sistem, dan akan memimpin sebuah Tinjau Persyaratan Sistem untuk persyaratan fungsional. Sebagai bagian dari System Requirements Review, pengembangan kontraktor akan bertanggung jawab untuk memastikan traceability ke tingkat persyaratan yang lebih tinggi.

3.3.4        Engineering Review Board (ERB)
Engineering Review Board yang akan melaksanakan perannya dalam kaitannya dengan persyaratan perubahan dalam cara yang ditetapkan dalam Configuration Management Plan. Misi dari Engineering Review Board adalah untuk melakukan evaluasi teknis pada semua Masalah Laporan, Kebutuhan Ganti Proposal, menyarankan penambahan, modifikasi atau revisi ke Electronic Records Archives program dasar dan mendukung produk sebelum bekerja.

3.3.5        Configuration Control Board (CCB)
Configuration Control Board yang melakukan perannya dalam kaitannya dengan persyaratan perubahan dalam cara yang ditetapkan dalam Configuration Management Plan. Electronic Records Archives Configuration Control Board yang bertanggung jawab atas semua perubahan ke Fungsional, dialokasikan, Produk, dan Produksi dasar.


3.3.6        Users/Subject Matter Experts (SMEs)
User dan Users/Subject Matter Experts memberikan masukan pada definisi persyaratan melalui proses partisipasi dalam Integrated Product Teams (IPTs), pengguna konferensi, dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan mengumpulkan kegiatan. User dan Users/Subject Matter Experts umumnya menentukan kebutuhan bisnis karena keahlian mereka dalam proses bisnis, sedangkan Electronic Records Archives Program Management Office menterjemahkan dan mendefinisikan kinerja dan persyaratan teknis.



3.3.7        Quality Management (QM) Team
Persyaratan audit  dalam team Quality Management dalam mutu yang ditetapkan dalam quality management team. Quality Management akan membantu dalam menentukan kriteria evaluasi untuk persyaratan dan pengujian spesifikasi, persyaratan evaluasi terhadap kriteria evaluasi, memastikan proses perbaikan dilaksanakan dan didokumentasikan, berpartisipasi dalam Configuration Control Board, dan memastikan personil partisipasi dan setuju terhadap persyaratan alokasi.

3.3.8        Team leader
Pemimpin tim adalah penghubung antara pihak manajemen dan pengembang. Pemimpin tim bertanggungjawab untuk memastikan bahwa setiap aktifitas dilakukan dan dimonitor sampai penyelesaiannya. Pemimpin tim juga bertanggungjawab untuk memastikan bahwa staf pengembang mengikuti standar proyek dan sesuai dengan jadwal proyek

3.3.9        Risk Officer (RO)
Seluruh risiko persyaratan dan pengelolaan proses pembangunan, harus diidentifikasi, dikelola dan ditetapkan di Electronic Records Archives Risk Management Plan (RKM). Persyaratan yang terkait dengan resiko harus dilaporkan kepada Electronic Records Archives Risk Officer

3.3.10    Training
setiap individu Mengisi peran dalam menerima pelatihan yang berkaitan dengan  peran yang ditetapkan dalam Electronic Records Archives Kebutuhan Pelatihan Assesment (Tra) dan Rencana Pelatihan Program Management Office.

3.3.11    Configuration manager
Manajer konfigurasi bertanggungjawab untuk menyusun struktur produk dalam manajemen perubahan, mendefinisikan dan mengalokasikan ruang kerja bagi pengembang, dan melakukan integrasi. Manajer konfigurasi harus melaporkan hasil kegitannya kepada manajer proyek

3.3.12    Requirements specifier
Seseeorang gyang bertugas utnuk menyusun spesifikasi dari bagian fungsionalitas system dengan menggambarkan aspek kebutuhan tersebut ke dalam satu atau lebih use case. Requirement specifier juga bertanggungjawab untuk mempaketkan usecase, menjaga integritas dari paket tersebut.

3.4       The Requirements Management Program
            3.4.1 Requirements Identification
                            Bagian ini menggambarkan tentang artifact (dokumen, tipe kebutuhan dan  atribut kebutuhan) dan mendefinisikan bagaimana artifact tersebut diberi nama, ditandai, dan diberi nomor.

3.5       Requirements Change Management
        3.5.1 Change Request Processing and Approval
            Setiap permintaan perubahan yang diajukan oleh stakeholder, maka perubahan ynag diinginkan tersebut harus dituangkan ke dalam dokumen tertulis, berisikan detail perubahan, alasan dan dampak dari perubahan
Yang diinginkan, Dokumen permohonan perubahan tersebut selanjutnya harus disetujui oleh sponsor. Setelah mendapat persetujuan dari sponsor maka dokumen tersebut harus diperiksa oleh manajer proyek (kepala Configuration Control Board) untuk dilihat cakupan perubahannya Configuration Control Board akan mengaudit setiap permintaan perubahan, kemudian akan menandai permohonan perubahan tersebut dengan status diterima (accepted), membutuhkan tindak lanjut (need more info) dan ditolak (rejected). Jika cakupan perubahan yang diminta masih terhitung on budget, on schedule dan masih berada dalam scope proyek maka akan segera ditindaklanjuti oleh pengembang untuk memenuhi perubahan tersebut. Namun jika ternyata cakupan perubahan tersebut besar, tidak on budget dan tidak on schedule maka aka diadakan pertemuan antara stakeholder dengan pihak pengembang untuk pembicaraan lebih lanjut berkenaan dengan rencana perubahan tersebut, sementara untuk perubahan yang diluar scope proyek akan diabaikan. Detail dokumentasi terdapat pada Change Management Plan.

3.5.2  Change Control Board (CCB)
Permohonan perubahan harus dimasukkan ke dalam Rational ClearQuest untuk dievaluasi oleh Change Central Board ( CCB). Configuration Control Board beranggotakan tim pelaksana proyek, dikepalai oleh Pak Sugiharto dan akan diselenggarakan pertemuan berkala untuk mengevaluasi seluruh perubahan yang diminta kepada kebutuhan dengan menggunakan integrasi Rational ClearQuest RequisitePro.


3.5.3 Project Baselines
Proyek ini melalui 4 tahapan utama yaitu : Inception, Elaboration, Construction, and Transition. Untuk setiap akhir iterasi tahapan dideliver dokumentas.


3.6  Concept Exploration Phase Requirements Management
Tahap eksplorasi konsep Persyaratan Manajemen melibatkan pendatangan dan pengembangan dari persyaratan untuk tingkat detail yang diperlukan untuk digunakan oleh kontraktor pembangunan sebagai dasar untuk
tawaran pada Request for Proposal.








3.7 Concept Exploration Phase Requirements Development Process

Gambar 3.7 Concept Exploration Phase Requirements Development High-Level Steps


3.7.1        Vision Development
Visi pembangunan adalah proses pengembangan konsensus yang melihat dari cakupan Electronic Records Archives program ini. Ini mencakup keseluruhan visi dan misi untuk tujuan sistem. Ini adalah tingkat tertinggi-persyaratan yang terkait dengan dokumen, yang menyatakan maksud dan tujuan dari sistem di highlevel syarat-syarat yang memenuhi kebutuhan dan tujuan dari agen.

Visi Electronic Records Archives untuk dikembangkan dengan menggunakan pendekatan two-track. Pada track pertama, konsep Pernyataan visi dikembangkan berdasarkan pada pemahaman tentang sistem oleh Electronic Records Archives Program Management Office. Pernyataan visi ini telah digunakan untuk kedua awal konsep pembangunan dan sebagai masukan pada track kedua dari visi pembangunan. Secara paralel, track kedua dari visi pembangunan yang dilakukan oleh kepemimpinan tim untuk memperbaiki konsep dan visi untuk menciptakan "buy-in" Electronic Records Archives untuk program ini. Akhir pernyataan visi yang telah disetujui oleh Archivist dari Amerika Serikat.

3.7.2        Concept of Operations Development (ConOps)
Dokumen Electronic Records Archives Concept of Operations (ConOps) merupakan salah satu produk dari konsep tahap eksplorasi. Suatu konsep pembangunan Integrated Product Team menciptakan ConOps dokumen. The ConOps menggambarkan karakteristik sistem dari sudut pandang pengguna.




3.7.3        Concept Exploration Phase Requirements Development Activities
Concept exploration phase requirements development adalah kegiatan yang berulang. Serangkaian langkah ini dilakukan untuk memperoleh awal persyaratan. Setelah melalui siklus yang sama denganlangkah-langkah yang digunakan untuk terus memperbaiki persyaratan ke titik yang diperlukan untuk dimasukkan dengan
Request for Proposal.

Langkah-langkah berikut merupakan siklus persyaratan pembangunan :
      • Prepare for cycle,
      • Elicit requirements,
      • Analyze requirements,
      • Formalize requirements, and
      • Validate and Verify requirements.


3.7.3.1  Prepare for Cycle
Dalam persiapan untuk setiap siklus persyaratan dari evolusi , berikut langkah-langkah yang harus diambil.
  • Menetapkan tujuan dari siklus
penerimaan kriteria untuk setiap siklus harus dikenal dengan pasti. Untuk
contoh, kriteria untuk siklus mungkin untuk memetakan masing-masing syarat tertentu perlu usaha atau tujuan. Artinya, setiap kebutuhan harus traceable ke pernyataan di
Mission Needs Statement atau ke salah satu tujuan dari Rencana Strategis.
  • Menentukan teknik untuk mengumpulkan siklus
Teknik untuk mengumpulkan atau memperbaiki persyaratan yang ditetapkan untuk setiap siklus. Teknik ini termasuk brainstorming Tingkat Integrated Product Team untuk menggunakan persyaratan tingkat 0 dan tingkat 1, penciptaan dan penggunaan kasus dekomposisi, Object Oriented Analysis, pengguna konferensi, wawancara, dan kuesioner untuk upaya persyaratan perbaikan.
  • Mengidentifikasi stakeholders/participants
Kunci stakeholder diidentifikasi untuk tiap tiap cycle dari requirement gathering. Hal ini termasuk mengidentifikasi kegiatan kedatangan peserta.

3.7.3.2  Elicit Requirements
Persyaratan dikumpulkan atau disempurnakan dengan menggunakan teknik yang ditetapkan selama "persiapan".

3.7.3.3  Analyze Requirements
Persyaratan kandidat yang akan dianalisis untuk membentuk persyaratan informal. Persyaratan yang dibuat harus konsisten dan detail.




3.7.3.4  Formalize Requirements
Persyaratan yang ditempatkan di RequisitePro requirement management tool. Traceability matrices didefinisikan atau diperbarui.


3.7.3.5  Verify and Validate Requirements
Requirements Document yang diverifikasi dan divalidasi oleh para stakeholder melalui pemeriksaan dan wawancara untuk memastikan bahwa ia memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dalam siklus.

3.7.3.6  Concept Exploration Phase Requirements Review
Ketika National Archives and Records Administration dan Electronic Records Archives Program Management Office percaya persyaratan telah mencapai tingkat yang sesuai untuk penyertaan dengan Electronic Records Archives Meminta Proposal , berikut ini tambahan kegiatan yang dilakukan dalam persiapan untuk Requirements Review


3.7.3.7  Concept Exploration Phase Requirements Baseline
menjelaskan dasar fungsional dan kinerja persyaratan desain dan kendala
entitas Electronic Records Archives  secara keseluruhan. Program ini terdiri dari persyaratan yang ditetapkan di bawah persetujuan konfigurasi kontrol, menjelaskan suatu sistem yang menentukan spesifikasi fungsional dan kinerja sistem persyaratan, tinggi persyaratan sistem interface, sistem kendala teknis, dan kualifikasi yang diperlukan untuk memastikan pencapaian setiap kebutuhan. Fungsional dasar yang dihasilkan dari konsep eksplorasi didefinisikan sebagai tahap akhir dari
Concept Exploration Phase Requirements Baseline.

3.8      Concept Exploration Phase Requirements Development Cycles
requirements activities  merupakan persyaratan untuk kegiatan yang diberikan dalam Electronic Records Archives Program Rencana pengelolaan (PMP). Bagian berikut ini memberikan pendekatan untuk persyaratan pembangunan yang digunakan selama pelaksanaan rencana ini. Memodifikasi pendekatan ini dapat dibuat jika diperlukan selama kegiatan “Prepare for Cycle” pembangunan untuk setiap siklus

Konsep eksplorasi Kebutuhan Pengembangan proses terdiri dari tiga Iterasi
persyaratan pembangunan, antara lain:
• Tingkat 0 Kebutuhan Pembangunan iteration,
• Tingkat 1 Kebutuhan Pembangunan iteration, dan
• Kebutuhan perbaikan iteration.





3.8.1        Level 0 Requirements Development Iteration
Tingkat the 0 persyaratan pendatangan berdasarkan masukan dari para anggota persyaratan Integrated Product Team, serta review dokumen dan wawancara dengan senior staf  National Archives and Records Administration. Persyaratan Officer dilakukan analisis dan langkah-langkah formalisasi, verifikasi dan validasi dilakukan oleh persyaratan Integrated Product Team.

3.8.2        Level 1 Requirements Development Iteration
Di Level 1 persyaratan pendatangan telah dicapai oleh kombinasi brainstorming dan meninjau bahan baku dari tahap Tingkat 0. ini dilakukan oleh persyaratan Integrated Product Team, dan melibatkan pengguna dari sistem dan UKM.

3.8.3        Requirements Refinement Iteration
Requirements refinement (final iteration) telah disempurnakan oleh persyaratan berbasis Tingkat 1. pada pembuatan use case dilakukan pencarian yang lebih lanjut dan persyaratan yang baru. Program Management Office staf Electronic Records Archives yang dibuat dengan menggunakan kasus yang telah diajukan ke grup terdiri dari anggota dari Committee on Archival Requirements ditambah dengan additional Subject Matter Expert ,untuk analisa,komentar dan validasi. Committee on Archival Requirements dengan Subject Matter Expert komentar mengenai use case  itu kemudian digunakan untuk memperbaiki persyaratan, atau menciptakan syarat-syarat baru.


3.9      Concept Exploration Phase Requirements Traceability and Allocation
persyaratan traceability terdiri dari:
  • Traceability antara National Archives and Records Administration Tujuan Strategis dan tingginya tingkat kebutuhan, Traceability antara menggunakan kasus dan tingginya tingkat kebutuhan, dan
  • Traceability persyaratan tingkat high level "parent" dan persyaratan. lower level "children"

requirements activities selama tahap konsep eksplorasi terdiri dari requirement alicitation, dank arena itu ketentuan ini diharapkan dapat berubah. Sejak Integrated Product Team dan use case merupakan sumber untuk mayoritas Konsep tahap eksplorasi persyaratan.









3.10  Concept Development Phase Requirements Management
National Archives and Records Administration akan memberikan penghargaan kontrak kepada dua Kontraktor Pembangunan yang akan menganalisa secara independen dan persyaratan yang diberikan kepada mereka oleh Electronic Records Archives Program Management Office. Pengembangan masing-masing Kontraktor akan menghasilkan sebuah sistem desain, berisi decomposed persyaratan mereka. National Archives and Records Administration akan meninjau desain kontraktor, dan memilih salah satu kontraktor untuk mengembangkan sistem Electronic Records Archives.


Pengembangan konsep Persyaratan Manajemen Proses, menggambarkan langkah-langkah proses Konsep Persyaratan Manajemen Pembangunan.


Gambar 3.10 Concept Development Requirements Management Process

3.10.1    Provide Baselined Requirements to Development Contractors
Electronic Records Archives Program Management Office menyediakan baselined persyaratan Pengembangan Kontraktor untuk digunakan sebagai dasar kontraktor untuk persyaratan dekomposisi dan usaha desain.





3.10.2    Contractor Requirement Analysis
Persyaratan yang diberikan kepada Kontraktor Pembangunan oleh Electronic Records Archives Program Management Office lebih disempurnakan oleh para kontraktor ke tingkat yang diperlukan untuk merancang sistem Electronic Records Archives dan pelaksanaannya. Setiap Pembangunan Kontraktor bertanggung jawab untuk menyampaikan hasil analisis persyaratan sistem mereka dalam bentuk Spesifikasi Persyaratan Sistem (SyRS) dalam format traceability dan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen ini.
requirement akan dialokasikan untuk pembangunan akan menambahkan dalam SyRSs berdasarkan petunjuk yang diberikan pada Requirements Document.


3.10.3    System Requirements Review (SRR)
Tujuan System Requirements Review adalah untuk memastikan kecukupan Pengembangan Kontraktor usaha untuk memfokuskan pada sistem kelengkapan persyaratan dalam hal identifikasi, definisi, dan penentuan awal kearah kemajuan dan Pengembangan Kontraktor sistem teknik pengelolaan usaha.


Beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk persyaratan evaluasi meliputi:
• Traceability untuk kebutuhan akuisisi,
• Konsistensi dengan kebutuhan akuisisi,
• Testability,
• Kelayakan dari sistem arsitektur, dan
• Kelayakan operasi dan pemeliharaan.

3.10.4    Electronic Records Archives Program Management Office Reviews Requirements and Provides Feedback
Setelah System Requirements Review, ketika Kontraktor Pembangunan kembali bekerja terhadap desain mereka, maka Electronic Records Archives Program Management Office sekaligus meninjau dan menganalisa persyaratan yang diberikan di System Requirements Review.

3.10.5    Development Contractors Produce System Design Documents
Pengembangan Kontraktor membuat desain dari sistem baselined persyaratan yang diberikan Program Management Office oleh Electronic Records Archives, analisis persyaratan mereka sendiri dan umpan balik yang diberikan oleh Electronic Records Archives Program Management Office pengembangan dari kontraktor System Requirements Review, dan hasil dari usaha ini merupakan system design dokumen(SDDs).







3.10.6    System Design Reviews (SDRs)
Pengembangan Kontraktor akan mempresentasikan system design dokumen ke Electronic Records Archives Program Management Office di Desain Sistem Review (SDRs). Tujuan Desain Sistem Review adalah untuk memastikan bahwa Electronic Records Archives Program Management Office dan Pengembangan Kontraktor sependapat bahwa desain sistem yang diusulkan memenuhi fungsi dasar dan persyaratan kinerja.

3.10.7    Development Contractor Selected
Berdasarkan pemeriksaan dan analisis dari System Design Document yang diajukan oleh Kontraktor Pembangunan, National Archives and Records Administration akan memilih salah satu Kontraktor Pembangunan untuk mengembangkan Electronic Records Archives sistem.

3.11  Initial Production Phase Requirements Management
Setelah persetujuan dari sdd oleh Electronic Records Archives Program Management Office, Development Contractor mengembangkan sistem dalam lima kenaikan.

3.11.1    Increment Requirements Management
Kenaikan System Requirements Review dekat dengan awal setiap kenaikan. Kenaikan System Requirements Review dilakukan bila sistem fungsional persyaratan telah dialokasikan untuk kenaikan tersebut.

Tujuan kenaikan System Requirements Review adalah untuk memastikan kecukupan Pengembangan dari Kontraktor usaha di fokus pada kelengkapan persyaratan sistem mereka dalam hal identifikasi, definisi, dan penentuan awal ke arah kemajuan dan Pengembangan Kontraktor sistem manajemen usaha untuk ditetapkan kenaikannya.


3.11.2    Release Requirements Management
Untuk setiap pengeluaran, berikut persyaratan yang terkait dengan kegiatan terjadi:
  • mengalokasikan baselined persyaratan pengeluaran dan menganalisa persyaratan pengeluaran,
  • Produksi System Requirements Specification untuk pengeluaran
  • Melaksanakan System Requirements Review
  • Mengubah control pengeluaran

Gambar 3.11.2 Release Requirements Management Process


3.11.2.1    Allocate Baselined Requirements to Release
Pada awal pengeluaran, Electronic Records Archives Program Management Office dan Pengembangan Kontraktor kerja bersama-sama menentukan persyaratan untuk mengalokasikan ke pengeluaran berdasarkan fungsi yang dilaksanakan.

3.11.2.2    Decomposition/Development of Release Requirements
Berdasarkan Pembangunan Kontraktor dari persyaratan analisis, kontraktor akan melakukan dekomposisi persyaratan yang diperlukan jika ditemukan keperluannya. Dalam hal kehilangan requirement maka pengembangan kontraktor mengembangkan persyaratan yang diperlukan.

3.11.2.3    Produce System Requirements Specification (SyRS) for the Release
Development Contractor bertanggung jawab untuk persyaratan yang tercakup oleh pengeluaran System Requirements Specification ke perangkat keras, perangkat lunak, operasional dan komponen system mereka sebagai bagian dari pengeluaran System Requirements Specification

3.11.2.4    System Requirements Review (SRR) for Release
Development Contractor menyajikan sebuah pengeluaran Produce System Requirements Specification ke Electronic Records Archives Program Management Office untuk persetujuan pengeluaran System Requirements Review.


Electronic Records Archives Program Management Office mengevaluasi Pengembangan Kontraktor dari pengeluaran System Requirements Specification dan menentukan penerimaannya. Berdasarkan pada penerimaan System Requirements Specification, hal hal yang akan terjadi antara lain :

·         Jika pengeluaran System Requirements Specification dapat diterima, maka Electronic Records Archives Program Management Office akan menyetujui  System Requirements Specification dan persyaratan akan re-baselined jika diperlukan.
·         Jika pengeluaran System Requirements Specification tidak diterima, maka Electronic Records Archives Program Management Office akan menolak ijin untuk memulai pengembangan peningkatan. Pengembangan Kontraktor harus memperbaiki kekurangan yang diidentifikasi oleh Electronic Records Archives Program Management Office, dan menghasilkan revisi System Requirements Specification.


3.11.2.5    Release Change Control
requirements Change Management process untuk tiap perubahan requirement diidentifikasi selama pengeluaran yang bergantung pada apakah syarat-syarat yang diusulkan akan berdampak pada perubahan jadwal atau biaya
dari keluaran. Pengembangan Kontraktor akan bertanggung jawab untuk melaksanakan proses Configuration Management. Bagian Pembangunan Kontraktor dari proses configuration management harus menyertakan Kontraktor Pembangunan Configuration Control Board. Electronic Records Archives Program Management Office Contracting Officer Representative (COR) akan memiliki bagian di pembangunan kontraktor Configuration Control Board.
Bagian ini menentukan apakah perubahan ini cenderung berdampak proyek jadwal atau biaya. Perubahan yang tidak diharapkan seperti dampak lingkup, jadwal, atau biaya dapat disetujui oleh Kontraktor Pembangunan dari Configuration Control Board. Perubahan yang diharapkan dapat berdampak lingkup, jadwal, biaya atau harus dirujuk ke Electronic Records Archives Program Management Office Configuration Control Board untuk diperiksa dan disetujui sebagai oleh Configuration Management Plan.
National Archives and Records Administration akan menginformasikan Pengembangan Kontraktor dari keputusan Electronic Records Archives Configuration Control Board dan Pengembangan Kontraktor akan memperbarui persyaratan yang ditetapkan untuk mencerminkan Electronic Records Archives Configuration Control Board dari keputusan.
Pengembangan Kontraktor akan bertanggung jawab untuk menjaga melengkapi persyaratan traceability selama proses pengeluaran.
Pengembangan Kontraktor akan diperlukan untuk menjaga traceability, dalam hal ini, "sumber" adalah baselined persyaratan yang diberikan kepada Kontraktor pembangunan oleh Electronic Records Archives Program Management Office, atau setelah persyaratan baselined.


3.11.3    Initial Production Phase Status Reporting
Persyaratan Officer yang akan menyediakan kebutuhan yang berhubungan dengan data, diperlukan untuk generasi yang berisi laporan sebagai berikut :
Ø  Cakupan kebutuhan
Ø  Kebutuhan pertanyaan
Ø  Kebutuhan menilai perubahan
Ø  Kebutuhan review penyelesaian akhir
Ø  Kebutuhan review penyelesaian tepat waktu
Ø  System cakupan dan
Ø  Cakupan software desain
Ø   
3.12  Requirements Management Process Reviews
Persyaratan Manajemen Proses Review meliputi ulasan berikut:
  • Management Review,
  • Requirements Management Quality Management Review, and
  • Independent Verification and Validation Review.


3.12.1    Management Review
Requirements Management activities akan diperiksa secara teratur. Jadwal dan kegiatan yang terkendali ini ada pada Program Management Plan

3.12.2    Requirements Management Quality Management Review
Quality Management Plan yang menggambarkan audit dari persyaratan dan Persyaratan kegiatan Manajemen.

3.13  Requirements Acceptance Criteria
Setiap kebutuhan Electronic Records Archives akan diperiksa untuk memastikan bahwa Electronic Records Archives memenuhi kriteria sebagai berikut:
.
ü  Apakah valid ? Apakah persyaratan yang berbeda dan mewakili identitas yang diperlukan?
ü  Apakah dapat diuji? Setiap kebutuhan harus dapat diverifikasi oleh pengujian atau
melalui analisis.
ü  Apakah traceable? Setiap kebutuhan harus traceable untuk kebutuhan lain.
ü  Apakah jelas? Syarat harus dimengerti tanpa penjelasan lebih lanjut atau
pengetahuan.
ü  Apakah ia independen? Persyaratan jangan "tumpang tindih," mereka harus atomik.
ü  Apakah itu layak? Apakah mungkin untuk dilaksanakan?




3.14  Resources for Requirements Management
Sumber daya yang dialokasikan untuk kebutuhan pengelolaan usaha sebagaimana tercantum dalam Program Management Plan sebagai berikut:

v  Integrated Product Team yang digunakan untuk mengembangkan dan memfalidasi persyaratan;
v  Electronic Records Archives Program Management Office yang memberikan dukungan untuk persiapan atau pengumpulan dokumen kepada Integrated Product Team dan menbuat use case.
v  Requirements Management tool digunakan oleh Requirements Officer.

3.15  Tools for Requirements Management
Persyaratan Manajemen efektif harus didukung oleh alat yang telah ditetapkan. Pedoman Pengembangan system National Archives and Records Administration menjelaskan proses untuk mengevaluasi produk.

Requirement management tool harus:
ü  Memanfaatkan database
ü  Memberikan kapasitas penomoran
ü  Memberikan kapasitas nama yang berbeda
ü  Memberikan pandangan yang berbeda dari requirement
ü  Memberikan prioritas skema
ü  Menyediakan traceability matrices

3.16  Plan Maintenance
Rencana akan diperbarui sesuai dengan kebutuhan saat ini untuk mempertahankan dan mencukupi kebutuhan dari setiap kegiatan.


    

BAB 4
PENUTUP



4.1  Kesimpulan
Maka dapat dikatakan requirement management plan merupakan suatu deskripsi yang menjabarkan bagaimana proses requirement terjadi serta mengenalkan kepada kita akan peran dan fungsi dari tiap unit yang terlibat dalam requirement management plan.selain itu juga membahas tentang
garis besar penambahan fase requirements management pada eXtreme Programming sangat membantu untuk lebih menstrukturkan metode ini. Requirements Management yang disisipkan terutama difokuskan dalam hal dokumentasi. Pendokumentasian pada eXtreme Programming ini tidak akan mengganggu proses secara keseluruhan karena dilaksanakan secara paralel dengan planning phase.


4.2  saran
orang orang yang berperan dalam requirement management harus lebih optimal dalam tanggung jawabnya masing masing agar setiap perencanaan dapat tertata dengan baik dan dapat berjalan sesuai dengan waktunya atau sesuai dengan yang telah ditentuka
DAFTAR PUSTAKA


Adib (2003), penerapan design pattern untuk implementasi alat Bantu, http://rambutan.sourceforge.net/files/rambutan-paper.pdf

 

Adrianto (2009), requirement management pada extreme programming,

http://adrianto.ruangkopi.com/eii2009/fullpaper/REQUIREMENTS_MANAGEMENT_PADA_EXTREME_PROGRAMMING.doc


Isye (2009), Requirement management,

kisi-kisi UTS profesi kependidikan dan jawabannya



GURU adalah setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.suatu pengetahuan, keahlian ,pengalaman , sikap dan prilaku atau kepribadian yang mendapat pengakuan oleh masyarakat.
1.       Kode etik profesi
2.       Pengetahuan yang terorganisir
3.        
4.       Tingkat pendidikan
5.       Punya sertifikat keahlian
6.       Mengalami proses tertentu ( magang, kkn / praktek lapangan)
7.       Kesempatan menyebarluaskan dan penukaran ide di antara anggota profesi
8.       Adanya disiplin dan batasan tertentu
Kode etik guru ialah pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman kerja, murid dan wali murid, pimpinan dan masyarakat serta dengan misi tugasnya.
Kode Etik Guru
Berikut ini adalah isi kode etik guru di Indonesia, yaitu :
Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila.
Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional.
Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional.
Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.
FUNGSI KODE ETIK GURU
Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas profesional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang profesional.
Biggs dan Blocher mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu :
Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah.
Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi.
Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.
Kode etik guru berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orang tua/ wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika dan kemanusiaan.
Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri, antara lain :
Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Untuk mengatur hubungan guru dengan murid, teman sekerja, masyarakat dan pemerintah.
Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya.
Penberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas.
TUJUAN KODE ETIK GURU
Pada dasarnya tujuan merumuskan kode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi profesi itu sendiri. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut:
Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
Dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat, agar mereka jangan sampai memandang rendah atau remeh terhadap suatu profesi. Oleh karena itu, setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi terhadap dunia luar. Dari segi ini, kode etik juga sering kali disebut kode kehormatan.
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
Yang dimaksud kesejahteraan di sini meliputi baik kesejahteraan lahir (material) maupun kesejahteraan batin (spiritual atau mental). Dalam hal kesejahteraan lahir para anggota profesi, kode etik umumnya memuat larangan-larangan kepada para anggotanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang merupakan kesejahteraan para anggotanya. Dalam hal kesejahteraan batin para anggota profesi, kode etik umumnya memberi petunjuk-petunjuk para anggotanya untuk melaksanakan profesinya.
Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
Tujuan lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi, sehingga bagi anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.
Untuk meningkatkan mutu profesi
Kode etik memuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya.
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi, maka diwajibkan kepada setiap anggota untuk secara aktif berpartispasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi.
Fungsi guru
Mendidik, mengajar, menbimbing, mengarahkan
7 prinsip etika guru
Berbangsa dan bernegara
Beragama
Berorganisasi
Profesi guru
Berelasi dengan rekan atau mitra kerja
Bermasyarakat
Menjaga lingkungan




 

 

 

 

 

 

 

 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar