Beberapa Aliran Penting dalam Agama Yahudi
Aliran-aliran dalam suatu keagamaan itu salah satunya yang sangat utama
disebabkan “karena perbedaan pemahaman terhadap ajaran-ajaran tertentu
atau perbedaan interpretasinya”. Perbedaan pemahaman dan interpretasi
ini, kadang-kadang bukan hanya sekedar menimbulkan aliran yang
berbeda-beda, melainkan sering juga menyebabkan terjadinya
ketegangan-ketegangan antara penyokong masing-masing, bahkan tidak
jarang sampai kepada tingkat pertumpahan darah.1)
Diantara aliran-aliran yang akan disebutkan disini sebagai aliran yang
tumbuh dalam agama yahudi adaah: Parisi, Sadduki, Pembaca, Penulis,
golongan essenes dan golongan Zealots atau fanatik.
a. Parisi
Parisi berarti menyendiri atau berpecah. Jadi aliran parisi adalah
aliran yang selalu menyendiri dan selalu berada dalam atau ingin pada
perpecahan. Nama ini adalah nama yang diberikan oleh orang yang tidak
senang terhadap mereka. mereka sendiri menamakan dirinya adalah
pendeta-pendeta agama, atau saudara-saudara dijalan Yehovah atau
Rabbani.
Pengikut aliran ini hamper semua terdiri dari orang-orang kebanyakan.
Mereka terkenal dengan keimanan yang kuat, gagah berani, pengkhotbah
atau penyebar agama. Kebanyakan penganutnya terutama para pemukanya,
hidup membujang, tidak kawin, tinggal dalam biara-biara, condong pada
kehidupan zuhud, dan tidak melaksanakan ibadah-ibadah yang berbentuk
korban. Mereka juga mempercayai adanya hari kiamat dan kebangkitan dalam
kubur, adanya akherat dan percaya pada malaikat.
Menurut mereka bukan taurat saja yang harus diikuti sebagai kitab suci,
karena selain taurat, masih banyak terdapat wasiat-wasiat suci yang
termuat didalamnya, termasuk yang telah diperbincangkan oleh para rabbi
dari generasi kegenerasi, sebagian mungkin telah dituliskan karena
hawatir akan hilang, yaitu Tamlud. Golongan ini termasuk golongan yang
popular, tetapi mereka tidak begitu melibatkan diri dalam soal politik.
Mereka lebih memusatkan perhatian kepada agama dari pada politik. Paham
politik yang diperhatikan mereka hanya soal kebebasan agama, mereka
berkeyakinan bahwa kerajaan Yahudi pada suatu masa nanti akan kembali
jaya dalam kedudukannya. Kerajaan Yahudi akan datang bukan dengan usaha
melalui suatu revolusi, melainkan akan datang dengan cara revelasi.
Pada zaman raja-raja makabi memerintah, aliran ini mendapatkan tempat yang baik dalam kalangan pemerintah. 2)
Yang pertama ditandai dengan rambut lurus panjang, muka masem, mata
melotot, memakai pakaian-pakaian suram, berbau tidak sedap dan selalu
membawa kitab suci.
Kedua merupakan penunjang-penunjang ketaatan yang baik dalam peraturan
dan hukum. Menurut tamlud, parisi yang baik adalah mereka yang mentaati
peraturan karena kecintaannya kepada tuhan. Mereka bersemboyan:
perlakukanlah orang lain seperti kamu ingin diperlakukan , patuhilah
hukum. Karena yang lain dalam hukum hanyalah sekedar komentarnya saja.
b. Sadduki
Saduki merupakan aliran penting yang muncul pada periode menjelang
berakhirnya abad pertama sebelum masehi. Yaitu pada waktu John Hyrcanus
menjadi raja di Yerussalim. Kaum saduki menyokong raja dengan sepenuhnya
maka aliran ini juga pro terhadap pemerintahan Roma. Sadduki berasal
dari kata saduk, yang artinya nama seorang ketua agama yang agung pada
masa sulaiman. Tapi ada pula yang mempunyai kecenderungan untuk
menisbatkan kecenderungan ini kepada seorang petenun atau kain yang
terkenal diabad-abad ketiga sebelum masehi.
Ada kemungkinan nama-nama tersebut diberikan kepada oleh lawan-lawan
mereka yang tidak senang terhadap mereka dengan tujuan untuk menyatakan
sikap menentang, karena golongan ini terkenal dengan keingkarannya
terhadap beberapa soal kepercayaan . disamping itu mereka hanya mengakui
kebenaran yang dipercayai mereka sendiri. Oleh sebab itu mereka
dijuluki Sadduki. Artinya “yang amat membenarkan”.
Menurut mereka, semua pembalasan terhadap manusia terbalas dalam dunia
saja. Mereka tidak mengamalkan Talmud, begitu juga taurat tidak mereka
sucikan keseluruhannya. Keabadian individu, wujud malaikat dan setan,
diingkari mereka. tidak menerima qadla dan qadar, sebaliknya
memepercayai kebebasan mutlak. Semua perbuatan manusia adalah kehendak
manusia sendiri, bukan kehendak Yehovah. Begitu juga, tidak ada juru
selamat yang ditunggu-tunggu.
Sikap ini barangkali disebabkan karena kebanyakan anggota mereka adalah
kaum Aristokrat Pasif yang diam di Baitul Makdis. Mereka sangat
terpengaruh filsafat yunani. Itulah sebabnya kebanyakan penulis dianggap
konsenvatif. Mereka lebih cenderung pada perkumpulan politik daripada
perkumpulan keagamaan. Sikap berlebih-lebihan dalam keyakinan dan ibadat
serta taat pada ajaran-ajaran lisan itu-Talmud-adalah bid’ah dan harus
ditolak, demikian kata mereka.
Diantara dua aliran di atas terdapat persamaan dan perbedaan:
Persamaan: menganggap bahwa aturan-aturan peribadatan sangat diperlukan untuk mendapat keselamatan.
Perbedaan: Pertama: parisi percaya dengan adanya hidup sesudah mati,
sorga, neraka, dan kebangkitan kembali, sedang sadduki menolak semua
itu. Kedua: Sadduki hanya mempercayai kitab taurat, sedang parisi juga
mempercayai hukum-hukum tidak tertulis dan cerita-cerita nenek mereka
yang diyakini bahwa itu dari inspirasi-inspirasi yang diwahyukan tuhan,
dan menyangkut kepercayaan sama halnya dengan taurat. Ketiga: kaum
Sadduki menerima ajaran filsafat Yunani tentang kebebasan mutlak,
sedangkan parisi tidak berfaham demikian, mereka menyatakan, bahwa
kebebasan manusia dibatasi oleh kehendak tuhan.
c. Pembaca
Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil diantara aliran-aliran
Yahudi. Mereka baru memperoleh pendukung, bila mana keadaan sadduki dan
parisi sedang dalam kemunduran dan pertentang hebat. Sama halnya dengan
sadduki, mereka Cuma mempedomani kitab taurat saja, tidak menerima
kitab-kitab yang lain, juga tidak mengakui Talmud. Namun, mereka cukup
terkenal juga, karena paling gigih berpegang pada ijtihad.
d. Penulis
Golongan ini adalah merupakan sekumpulan umat Yahudi yang bertugas
menuliskan syariat bagi siapa saja yang memerlukannya. Dengan demikian
mereka sering juga disebut golongan juru tulis agama. Karena tugas
mereka, maka mereka ahli dalam sebagian besar ajaran-ajaran agama yang
terdapat dalam kitab-kitab yang ditulis mereka itu.
Golongan ini juga disebut dengan panggilan Pendeta, atau tuan atau
Rabbi. Karena mereka terkenal sebagi penegak hukum agama. Tapi dalam
bidang politik, mereka mempunyai kecenderungan untuk menyokong setiap
kekuasaan asing, misalnya Persia, Yunani dan Romawi, terutama bila
mereka tersingkir dari profesi mereka.
e. Essenes
Golongan ini tidak melaksanakan korban binatang, mereka mengatakan,
bahwa jiwa mulia adalah satu-satunya korban yang sah, mereka menentang
perbudakan, mereka mengajarkan cinta kepada tuhan, tentang ibadat dan
juga tentang manusia.
Sama seperti sadduki, mereka tidak mau menerima kitab lain selain dari
Taurat, apalagi kitab-kitab yang merupakan hasil karya ulama-ulama
parisi. Mereka hidup mengasingkan diri, berkecipung dalam lapangan
mistik seperti meramalkan masa depan, memercayai qadar mutlak yang
menolak semua kebebasan berbuat dan berkehendak.
f. Golongan fanatik atau zealots
Aliran ini erat kaitannya dengan aliran parisi banyak masalah agama yang
mereka sepakati bersama, bagitupun mereka keduanya bersikat keras
terhadap golongan-golongan lain. sikap mereka melebihi dari orang-orang
yang disebut anti tuhan. Mereka tidak mau tunduk dalam suatu kekuasaan,
bagi mereka mati lebih baik daripada harus luluh pada kekuasaan yang
diatur oleh kekuasaan yang diatur oleh selain Yahudi.
Karena tindakan-tindakan mereka ini, akhirnya para ahli mengatakan bahwa
mereka ini sebenarnya adalah perkumpulan politik, atau organisasi para
penjahat, walaupun pada awalnya mengatakan bahwa organisasi dari banon
agama. Dari segi lain umat yahudi juga dapat dikelompokkan kedalam tiga
golongan besar, yaitu:
a. Yahudi Ortodoks
Adalah golongan umat Yahudi yang masih berpegang teguh atau taat
sepenuhnya pada tradisi-tradisi lama mereka.mereka tetap berkeyakinan,
bahwa segala isi taurat adalah mutlak diturunkan oleh tuhan kepada Musa.
b. Yahudi Konservatif dan
Adalah golongan Yahudi yang masih mempercayai dan menghormati Taurat.
Tetapi mereka menyatakan bahwa taurat itu agar dapat difahami secara
dalam maka harus ditafsirkan dengan penefsiran-penafsiran kitab suci
modern.
c. Yahudi Modern
Menurut golongan ini membaca taurat dengan satu prinsip pandangan
terhadap kebenaran, sebagai kebenaran yang ditentukan oleh kesesuaiannya
dengan akal dan pengalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar